Mengenal Al-Qur'an sebagai Pedoman dan Sumber Hukum Umat Islam


Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an terjaga keasliannya mulai sejak awal diturunkan sampai akhir zaman kelak dan berlaku sepanjang zaman. Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup manusia, sumber hukum islam,dan sebagainya. Dalam kesempatan ini saya akan membahas sedikit mengenal Al-Qur’an dan fungsinya bagi manusia.



Pengertian Al-Qur’an

 Pengertian Al-Qur’an 
Sumber Gambar: lemondedesreligions.fr
Secara etimologi (bahasa) Al-Qur’an berarti bacaan. Secara terminologi (syarak) Al-Qur’an adalah mukjizat para nabi, khususnya mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW karena pada masa Nabi Muhammad SAW wahyu Allah telah disempurnakan selama kurang lebih 22 tahun yang berisi petunjuk/pedoman hidup atau arah tatanan kehidupan yang islami (selamat, sejahtera di dunia dan di akhirat).

Al-Qur’an dibukukan menjadi sebuah kitab yang luar biasa susunannya oleh sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Zaid bin Tsabit (sebagai pemimpin), dengan anggotanya Abdullah bin Zubair, Said bin Ash, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam.

Fungsi Al-Qur’an

Al-Qur’an memiliki beberapa fungsi untuk umat manusia di dunia, diantaranya sebagai berikut.

Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup Manusia

Al-Qur’an dijadikan sebagai pedoman hidup seluruh umat manusia agar manusia dengan mudah mencapai tujuan hidupnya, yaitu selamat dan sejahtera di dunia dan akhirat..
Alasan Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup mansuia antara lain sebagai berikut.
  • Al-Qur’an sebagai peringatan bagi seluruh umat manusia, seperti yang tertuang dalam surah Al-Qalam ayat 52 yang artinya “Padahal (Al-Qur’an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam”.
  • Al-Qur’an merupakan petunjuk dan rahmat bagi yang mengimaninya. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Jasiyah ayat 20 “(Al-Qur’an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini”.
  • Al-Qur’an membawa kebenaran yang tidak diragukan lagi untuk petunjuk hidup manusia, agar manusia tidak tersesat. Firman Allah SWT dalam surah Az-Zumar ayat 41 “Sungguh, Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dengan membawa kebenaran untuk manusia; barangsiapa mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka”.
  • Al-Qur’an merupakan penerang dan petunjuk bagi orang yang bertakwa. Firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 138 “Inilah (Al-Quran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”.
  • Al-Qur’an sebagai sumber informasi untuk menjelaskan sesuatu. Firman Allah SWT dalam surah An-Nahl ayat 89 “…Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segaal sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bai orang yang berserah diri(Muslim).”
  • Al-Qur’an menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang yang berbuat kebaikan. Firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat 2 dan 3 “Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung hikmah, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan”.
  • Al-Qur’an sebagai penawar/obat (syifa’un linnas), yaitu penawar jiwa dari kegelisahan atau cobaan/ujian. Firman Allah dalam surah Al-Isra’ ayat 82 “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian”.

Al-Qur’an sebagai Materi Dakwah Nabi/Rasul

Al-Qur’an adalah wahyu Allah dan juga keinginan-keinginan Allah yang harus diketahui oleh umat manusia agar manusia tidak ingkar kepada-Nya. Ini adalah amanah Allah yang wajib disampaikan oleh utusan-Nya kepada seluruh umat manusia. Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 79 “Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” Tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengerjakan kitab dan karena kamu mempelajarinya!”.

Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum Islam

Al-Qur’an memiliki kedudukan sebagai sumber hukum islam yang pertama dan utama serta petunjuk bagi orang yang bertakwa. Hal dijelaskan dalam surah An-Nisa ayat 105 “Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat.”

Firman Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra’ ayat 9 “Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar”.

Pada umumnya hukum islam yang tertera pada ayat Al-Qur’an masih bersifat global/umum, tidak terinci. Dibutuhkan penjelasan atau penjabaran maksud hukum yang terkandung di dalam ayat Al-Qur’an tersebut. Ada dua macam jenis ayat Al-Qur’an yaitu ayat-ayat yang mutasyabihat (ayat yang hanya Allah yang tahu maksudnya) dan ayat-ayat muhkamat (ayat yang jelas maksud dan pengertiannya).

Para ahli ilmu hukum syariat, mengelompokkan ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam tiga komponen sumber hukum islam, yaitu sebagai berikut.

Akidah (I’tiqadiyah)

Hukum ini adalah hukum yang berhubungan dengan masalah akidah (keyakinan kepada adanya Tuhan), berkaitan dengan rukun iman, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kepercayaan adanya Allah, malaikat, nabi dan rasul, kitab-kitab suci (wahyu Allah), hari kiamat dan qada/qadar. Ilmu yang mempelajari tentang keimanan disebut ilmu tahuid, ilmu kalam, atau ilmu ushuluddin.

Fikih (‘Amaliyah)

Hukum ini adalah hukum yang mengatur tentang tata cara ibadah (hukum amaliyah), hubungan antara hamba dengan penciptanya. Hukum ini berupa pelaksanaan hukum islam yang disebut hukum syarak (syariat). Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fikih. Adapun hukum syarak tersebut dapat dibagi atas dua bagian yaitu sebagai berikut.

-Hukum Ibadah

Hukum ibadah yaitu hukum yang mengatur dan menjelaskan bagaimana cara yang benar berhubungan antara manusia dengan Allah, bagaimana seharusnya ritual yang sesuai dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti ritual yang berkenaan dengan tata cara salat, puasa, zakat, haji, kurban, khitan, dan lain sebaginya. Biasanya ritual tersebut mengacu/merujuk kepada mahzab  yang ada. Di Indonesia sendiri sangat populer dengan empat mahzab, yaitu Mahzab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali.

-Hukum Muamalah

Hukum Muamalah adalah hukum yang mengatur manusia dengan manusia serta alam sekitarnya. Hokum yang berkaitan dengan hokum muamalah antara lain seagai berikut.
  • Jinayat adalah hukum tentang pidana
  • Fara’id adalah hukum tentang warisan 
  • Hudud adalah hukum tentang hukuman
  • Munakahat adalah hukum tentang pernikahan 
  • Jihad adalah hukum tentang perjuangan 
  • Khilafah adalah hukum tentang ketatanegaraan 
  • Khiyar adalah hukum tentang perdagangan 
  • Aqdiyah adalah hukum tentang pengadilan 
  • Udhiyah adalah hukum tentang penyembelihan hewan, makanan 
  • Dualiyah adalah hukum tentang hubungan antarbangsa

    Akhlak (Khuluqiyah)

    Akhlak adalah hukum hukum yang mengatur hubungan pergaulan antara sesame manusia mengenai sikap dan perilakunya, baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial. Ada dua macam jenis akhlak yaitu akhlakul mahmudah (karimah) adalah sikap dan perilaku/perbuatan terpuji dan akhlakul mazmumah adalah sikap dan perilaku/perbuatan tercela.

    Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Penghayatan terhadap Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup dan Sumber Hukum

    Sikap dan perilaku ang mencerminkan penghayatan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sebagai sumber hukum, antara lain sebagai berikut.
    • Memiliki Al-Qur’an dan terjemahannya. Gemar membawanya untuk dibaca pada saat waktu luang atau diberbagai kesempatan.
    • Mempelajari dan memahami Al-Qur’an, diantaranya melalui metode ayah bil ayah, yaitu memahami ayat Al-Qur’an dengan ayat yang lainnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan lima tahapan sebagai berikut. 
      • Tahapan pertama, tata krama membaca Al-Qur’an.
        • Tahapan kedua, tata krama menerjemahkan Al-Qur’an.
        • Tahapan ketiga, tata krama memahami isi kandungan Al-Qur’an. 
        • Tahapan keempat, tata krama melaksanakan Al-Qur’an.
        • Tahapan kelima, tata krama menyiarkan Al-Qur’an
        • Tadarus dan tadabur Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan masing-masing. Khususnya dibaca secara rutin setelah salat maghrib dan salat subuh. 
        • Melaksanakan pesan moral yang terdapat dalam Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari karena Al-Qur’an dijadikan petunjuk dan pedoman hidup manusia.
        • Mengamalkan/menyiarkan Al-Qur’an dan tetap mempelajarinya
        • Menghormati Al-Qur’an dengan tidak menyimpannya di tempat yang tidak selayaknya. Memelihara dan merawat Al-Qur’an agar tidak cepat rusak.
        • Gemar menghafal surat-surat pendek/panjang dan digunakan sebagai bacaan ketika salat.
        • Mempelajari bahasa Arab, nahwu, saraf, dan ilmu lainnya agar dapat menerjemahkan atau menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an

        Kesimpulan

        Kita sebagai umat islam, sangat bersyukur dengan adanya Al-Qur’an ditengah-tengah kehidupan kita, karena kita memiliki pedoman dan sumber hukum yang mengatur segala aspek kehidupan kita. Mari kita sempatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an setiap harinya. Karena membaca Al-Qur’an bisa membuat hati kita nyaman, dan tenang.

        Begitulah sedikit penjabaran mengenai mengenal Al-Qur'an seagai pedoman dan sumber hukum umat islam, mulai dari pengertian Al-Qur’an, dan beberapa fungsi Al-Qur’an untuk umat manusia serta bagaimana sikap dan perilaku yang mencerminkan penghayatan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sebagai sumber hukum . Kurang lebihnya saya minta maaf. Sekian dan terima kasih.

        Subscribe to receive free email updates: