Hakikat Ilmu Pengetahuan, Ciri dan Metode Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pikiran/pemikiran yang selalu dapat diperiksa, ditelaah, ataupun dikontrol secara kritis oleh siapa pun yang ingin mengetahuinya.

Berdasarkan pada definisi diatas, maka ilmu pengetahuan mencakup beberapa unsur (elements) sebagai berikut.

a.Pengetahuan adalah kesan dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan pancaindra yang berbeda dengan kepercayaan dan informasi yang keliru. Pengetahuan berbeda dengan buah pikiran, karena tidak semua buah pikiran merupakan pengetahuan.

b.Tersusun secara sistematis, tidak semua pengetahuan merupakan ilmu, karena hanya pengetahuan yang tersusun secara sistematis saja yang dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan sehingga jelas tergambar garis besarnya. Sistematika berarti urut-urutan tertentu dari unsur-unsur yang merupakan suatu keutuhan.

c.Menggunakan pemikiran, pengetahuan diperoleh dengan melihat/memandangsendiri fakta/kenyataan (misalnya radio, televisi, film, surat kabar, dan lain-lain). Diterima dengan pancaindra, selanjutnya diolah oleh otak, itulah yang dinamakan pemikiran.

d.Objektif, ilmu pengetahuan harus bisa diketahui/dikontrol oleh masyarakat umum yang mungkin berbeda dengan yang kita kemukakan. Seorang ilmuan harus mampu menjelaskan dengan jujur tentang pengetahuannya dan rahasia-rahasia yang berkaitan dengan pengetahuan tersebut tidak boleh disembunyikan, kecuali demi kepentingan Negara atau pemerintah.

Pada dasarnya ilmu pengetahuan muncul karena adanya hasrat ingin tahu dalam diri manusia dan hasrat ingin tahu tersebut timbul karena terdapat berbagai macam aspek kehidupan yang masih gelap (belum diketahui) bagi manusia.

Ciri Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Ciri Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Ciri sosiologi sebagai ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut.
a.Sosiologi bersifat empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.

b.Sosiologi bersifat teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi.
c.Sosiologi bersifat kumulatif, yaitu teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yangsudah ada kemudian diperbaiki, diperluas, dan diperhalus.

d.Sosiologi bersifat nonetis, yaitu tidak mempersoalkan baik/buruk suatu fakta tertentu, tetapi untuk menjelaskan fakta tersebut.

Untuk mencegah terjebak dalam perangkap teoritis, kita akan mencoba mendiskusikan dimensi-dimensi ilmu social. Berikut empat jenis dimensi yang dikenal dalam pendekatan teori social.

a.Dimensi kognitif, dalam dimensi ini ilmuwan social akan selalu berbicara mengenai teori social sebagai cara untuk membangun pengetahuan tentang dunia. Di sini terletak epistemologi yang membangun berbagai metodologi penelitian social.

b.Dimensi afektif, merupakan sebuah kondisi di mana teori yang dibangun memuat pengalaman dan perasaan dari teoritisi yang bersangkutan. Dimensi ini memengaruhi keinginan untuk mengetahui(to know) dan menjadi benar (to be right). Kedua hal ini bertitik berat kepada kejadian tertentu dan realitas eksternal.

c.Dimensi reflektif, di sini teori social harus menjadi bagian dari dunia sebagaimana teori tersebut menjadi cara untuk memahami dunia. Dengan kata lain, teori social harus mencerminkan apa yang terjadi di luar sana dan apa yang terjadi pada kita sebagai salah satu elemen dari sistem social yang ada.

d.Dimensi normatif yang memperluas  dimensi reflektif, dalam dimensi ini teorisosial sepantasnya memuat secara implisit ataupun eksplisit tentang bagaimana seharusnya dunia yang direfleksikannya itu.

Keempat dimensi itu membangun seluruh pendekatan proses konstruksi teori teori social yang ada. Sosiologi memiliki keempat dimensi tersebut, sehingga sosiologi menjadi satu bagian dari ilmu social.

Metode Sosiologi

Menurut Hadari Nawawie penggunaan metode yang tepat dalam menganalisis/meneliti sebuah realitas social akan memberikan manfaat antara lain sebagai berikut.

a.Menghindari cara pemecahan masalah dan cara berpikir spekulatif (tanpa sadar, kira-kira).

b.Menghindari cara pemecahan masalah yang bersifat trial and error (coba-coba) sebagai cara yang tidakmenguntungkan.

c.Meningkatkan sifat objektivitas (sesuai dengan kenyataan) dalam menggali kebenaran.
Pada saat ini sosiologi banyak digunakan oleh para ahli maupun para pembuat kebijakan di pemerintahan untuk memahami suatu masalah social dan mencari jalan keluar atau pemecahannya.

Dengan metodenya, sosiologi berusaha menelaah berbagai gejala social (masalah) dalam masyarakat melalui serangkaian pengumpulan data yang didasarkan pada ragam interaksi dan perubahan  perilaku masyarakat.

Sebagai suatu metode, sosiologi menggunakan metode ilmiah dalam mempelajari gejala-gejala alamiah, khususnya pada gejala kemasyarakatan. Teknik dasar dalam metode ilmiah adalah observasi atau disebut juga penalaran. Menurut Paul B. Horton terdapat beberapa teknik riset yaitu sebagai berikut.

a.Study cross-sectional dan longitudinal
Study cross-sectional adalah suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu, sedangkan studi longitudinal adalah suatu studi yang berlangsung sepanjang  waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan dan sesudahnya.

b.Eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan
Eksperimen laboratorium adalah penelitian dengan mengumpulkan subjek di dalam suatu tempat kemudian diberi pengalaman sesuai dengan yang diinginkan si peniliti kemudian dicatat dan ditarik kesimpulan.

Adapun eksperimen lapangan adalah pengamatan yang dilakukan di luar laboratorium di mana peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada objek secara umum kemudian diamati hasilnya.

c.Penelitian pengamatan
Penelitian pengamatan adalah suatu eksperimen,  tetapi peneliti tidak memengaruhi terjadinya suatu kejadian. Menurut  Soerjono Soekanto terdapat dua jenis metode atau teknik yang digunakan dalam sosiologi yaitu sebagai berikut.

a.Metode kualitatif

Metode kualitatif adalah metode yang menggunakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka-angka atau ukuran-ukuran yang matematis, meskipun kejadian-kejadian itu nyata dalam masyarakat. Beberapa metode kualitatif antara lain sebagai berikut.

-Metode historis adalah metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan  prinsip-prinsip umum.

-Metode komparatif adalah metode pengamatan dengan membandingkan antara bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat pada masa lalu dan yang akan dating.

-Metode historis komparatif adalah metode kombinasi antara metode historis dan metode komparatif.

-Meode studi kasus adalah suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Hal-hal yang digunakan dalam studi kasus antara lain sebagai berikut.
-Wawancara
-Daftar pertanyaan
-Teknik observasi partisipan (participant observer technique), yaitu pengamat ikut serta dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diamati.

b.Metode kuantitatif

Metode kuantitatif adalah penelitian yang mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga gejala yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan skala, indeks, tabel, dan formula. Beberapa metode kuantitatif antara lain sebagai berikut.

-Metode statistik adalah menguantitatifkan terlebih dahulu gejala-gejala masyarakat sebelum dianalisis.

-Metode eksperimen adalah metode dengan menggunakan percobaan-percobaan.
Selain metode-metode tersebut, masih terdapat beberapa metode yaitu sebagai berikut.

a.Metode deduktif
Metode dudektif adalah metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik kesimpulan yang khusus.

b.Metode induktif
Metode induktif adalah metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.

c.Metode empiris
Metode empiris adalah suatu metode yang mengutamakan keadaan nyata dalama masyarakat.

d.Metode rasional
Metode rasional adalah suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mecapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.

e.Metode fungsional
Metode fungsional adalah  metode yang digunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga social masyarakat dan struktur social masyarakat.

Subscribe to receive free email updates: