Kata Berimbuhan: Pengertian, dan Jenis-Jenis Kata Berimbuhan

Kata Berimbuhan: Pengertian, dan Jenis-Jenis Kata Berimbuhan

Sumber foto: Flickr
Gelembung, sahabat pasti tau apa itu gelembung bukan? Bila sudah tahu apa itu gelembung, mari kita belajar kata "gelembung" termasuk dalam jenis kata apa ya? Kata gelembung termasuk salah satu jenis kata berimbuhan dan masuk dalam kategori sisipan. Ada yang belum pernah mendengar atau masih belum faham dengan kata berimbuhan? Mari kita belajar bersama Mengenal apa itu kata berimbuhan, dan jenis-jenisnya.

Pengertian Kata Berimbuhan

Kata berimbuhan merupakan kata yang dibentuk dengan melekatkan imbuhan.

Jenis Kata Berimbuhan:

  • Awalan

Awalan  disebut juga prefiks. Ada beberapa awalan, yaitu meN-, ber-, di-,ter-, peN-, pe-, se-, per-, dan ke-.
  1. Awaln meN- memiliki makna 'menyatakan perbuatan', 'menjad'i, 'menggunakan apa yang ada pada bentuk dasarnya', 'menuju ke', dan 'dalam keadaan'
  2. Awalan ber- memiliki makna 'menyatakan perbuatan', 'dalam keadaan', 'kumpulan', 'menggunakan', dan 'memiliki'.
  3. Awalan di- memiliki makna 'melakukan perbuatan pasif''.
  4. Awalan ter- memiliki makna 'melakukan perbuatan pasif', 'tidak sengaja', 'paling', dan 'kemungkinan'.
  5. Awalan peN- memiliki makna 'melakukan perbuatan', 'alat', 'memiliki sifat', 'yang menyebabkan adanya sifat', dan 'melakukan perbuatan yang tertera dalam bentuk dasar'.
  6. Awalan pe- memiliki makna 'orang yang melakukan kegiatan atau pekerjaan' , dan 'orang yang yang di-'.
  7. Awalan per- memiliki makna 'membuat jadi' dan 'menganggap sebagai apa'.
  8. Awalan se- memiliki makna 'satu', 'seluruh', 'sama seperti', dan'setelah'.
  9. Awalan ke- memiikimakna 'kumpulan', dan 'urutan'.
  • Sisipan disebut pula infiks.

            Sisipan dapat dibedakan menjadi -in-, -el-, -em, -er-, dan -ah-. Sisipan -in- digunakan dalam  kata kinerja, sinambung, dan tinambah. Sisipan -el- digunakan dalam kata gelembung, geletar, dan leluhur. Sisipan -em- digunakan dalam kata gemerlap, gemetar, dan gemilang. Sisipan -er- digunakan dalam kategori , serabut, dan seruling.  Sementara itu, sisipan -ah- digunakan kata dahulu, dan sahaja.
  • Konfiks

Gabungan awalan dan akhiran disebut konfiks. Konfiks dibedakan menjadi ke-an, peN-an, per-an, ber-an, dan se-nya.
  1. Konfiks ke-an memiliki makna 'hal', 'berhubungan dengan bentuk dasarnya', 'dikenal perbuatan pada bentuk dasarnya', 'dalam keadaan', dan 'tempat atau daerah'.
  2. Konfiks peN-an memiliki makna 'hal atau perbuatan', 'hasil perbuatan', 'alat yang digunakan untuk melakukan perbuatan', dan 'tempat untuk melakukan perbuatan'.
  3. Konfiks per-an memilki makna 'hal;', 'hasil', 'tempat', 'daerah', dan 'macam-macam'.
  4. Konfiks ber-an memiliki makna ''perbuatan yang disebut kata dasarnya', 'perbuatan berulang-ulang', dan 'saling'.
  5. Konfiks se-nya memilki makna 'sampai'.
  • Akhiran

Akhiran juga disebut sufiks. Ada beberapa jenis akhiran, yaitu -kan, -i, dan -an.
  1. Akhiran -kan memiliki makna 'melakukan perbuatan untuk orang lain', 'membuat jadi', 'menyebabkan jadi', 'menganggap' dan 'membawa/memasukan'.
  2. Akhiran -i memiliki makna 'perbuatan berulang-ulang', 'memberi apa yang ada pada bentuk dasarnya', tempat', dan 'menyebabkan jadi'.
  3. Akhiran -an memilki makna 'sesuatu yang berhubungan dengan bentuk dasarnya', 'tiap-tiap', 'satuan', 'beberapa', dan 'sekitar'
  • Akhiran asing.

  1. Akhiran -man, -wan, dan -wati.
            Ketiga akhiran tersebut berasal dari bahasa Sansekerta. Akhiran -man muncul bila kata dasar yang diikutinya berakhir dengan vokal i. Sedangkan imbuhan -wati muncul apabila kata dasar yang diikuutinya berakhir dengan semua vokal. Imbuhan -man dan -wan menunjukkan jenis kelamin laki-laki, sedangkan -wati menunjukkan jenis kelamin perempuan. Imbuhan -man termasuk imbuhan yang improduktif, artinya penggunaanya terbatas, hanya pada kata seniman, dan budiman. Contoh: karyawati, relawan, wartawan, olahragawan, hartawan, dan dermawan.
      2. Imbuhan -i, -isme, dan -isasi
            Imbuhan -i, -isme, dan -isasi berasal dari bahasa Belanda .
          Makna  imbuhan -is adalah orang yang memiliki keahlian.
          Contoh: gitaris, pianis, dan komponis.
          Makna imbuhan -isme berati paham/ajaran/aliran.
          Contoh: nasionalisme, komunisme, dan animisme.
          Makna imbuhan -isasi aadalah menunjukkan  makna proses.
          Contoh: komputerisasi, kanalisasi, dan modernisasi.
     3. Imbuhan -i, -wi, dan -iah
            Ketiga imbuhan tersebut berasal dari bahasa Arab. Imbuhan -i melekat pada kata dasar yang berakhir dengan huruf konsonan. Akhiran -wi melekat pada kata dasar yang berakhir dengan huruf a. Sedangkan imbuhan -iah melekat pada kata dasar yang berakhir dengan huruf konsonan/vokal.
Ketiga imbuhan tersebut mengandung makna yang bersifat/berhubungan/berkaitan.

Bagaimana sahabat setelah membaca sedikit penjelasan tentang kata berimbuhan dan jenis-jenis nya? Sudah faham bukan? Jika sahabat masih belum faham bisa ditanyakan ke teman, berdiskusi kelompok atau tanya kepada guru pembimbing Bahasa Indonesia .


Subscribe to receive free email updates: