Kata Ulang: Pengertian, Macam-Macam Pengulangan, dan Makna Kata Ulang

Kata Ulang: Pengertian, Macam-Macam Pengulangan, dan Makna Kata Ulang

Sumber foto: flickr.com

Di malam hari, di langit yang cerah kita dapat menjumpai bintang-bintang berkelip nan indah. Kata bintang-bintang termasuk salah satu macam pengulangan utuh atau seluruhnya lho! Mau tau apa itu kata ulang, macam macam pengulangan dan makna kata ulang, Ayo! Kita belajar bersama.

Pengertian Kata Ulang

Kata ulang merupakan kata yang dihasilkan dari proses reduplikasi atau pengulangan. Proses pengulangan merupakan proses pembentukan kata dengan mengulang kata dasarnya, baik secara utuh maupun sebagian, dengan variasi fonem ataupun tidak. Bentuk dasar tersebut dapat berupa kata dasar, kata berimbuhan, atau kata majemuk. Proses pembentukan kata melalui reduplikasi pada dasarnya tidak mengubah jenis kata.

Macam-Macam Pengulangan


Dalam bahasa Indonesia terdapat empat macam pengulangan. Macam-macam pengulangan sebagai berikut.

Pengulangan utuh (Seluruhnya)

Pengulangan utuh merupakan proses pengulangan seluruh bentuk dasar. Pengulangan utuh disebut pula dwilingga, contohnya rumah-rumah, laki-laki, main-main, bintang-bintang.

Pengulangan Sebagian

Pengulangan sebagian merupakan proses mengulang sebagian bentuk dasar, baik di depan atau di belakang. Pengulangan sebagian dibagi menjadi dua, yaitu dwipurwa dan dwiwasana.
  • Dwipurwa adalah proses pengulangan bentuk dasar dengan mengulang suku kata pertama bentuk dasarnya saja, contohnya pepohonan, dan tetangga.
  • Dwiwasana adalah proses pengulangan bentuk dasar dengan mengulang bagian belakang leksem, contohnya pertama-tama, dan sekali-kali.

Pengulangan Berimbuhan

Pengulangan berimbuhan merupakan proses pengulangan menambah imbuhan. Contoh kata kata berimbuhan adalah bermain-main, tarik-menarik, dan mobil-mobilan. Mobil (kata dasar) menjadi Mobil-mobilan {diulang bersamaan dengan penambahan an (sufiks-an)}

Pengulangan Berubah Bunyi

Pengulangan berubah bunyi adalah proses mengulang seluruh bentuk dasar disertai dengan perubahan bunyi atau fonem. Perubahan bunyi tersebut  dapat berupa perubahan bunyi vocal ataupun konsonan. Proses pengulangan dengan mengubah bunyi disebut pula dwilingga salin suara, contohnya gerak-gerik, dan kelap-kelip.
Contoh vokal ; Putra-putri, siswa-siswi, saudara-saudari.
Contoh konsonan: Ramah-tamah-, sayur-mayur.
 
Selain keempat jenis pengulangan tersebut, bahasa Indonesia  mengenal pengulangan semu. Hasil pengulangan semu disebut kata ulang semu. Dilihat dari bentuknya, kata ulang semu termasuk kata dasar. Namun, kata ulang semu bukan termasuk kata ulang karena tidak ada unsur diulang. Kata tersebut merupakan kata dasar. Contoh kata ulang semu adalah kupu-kupu dan paru-paru.

Makna Kata Ulang

Dalam proses pembentukan kata, kata ulang memiliki beberapa makna. Makna kata ulang antara lain:
‘menyatakan banyak’;
‘menyatakan banyak tak tentu’;
‘menyatakan intensitas, menyangatkan, atau mengeraskan arti’;
‘menyatakan sungguh-sungguh atau intensif’;
‘menyatakan tingkat paling tinggi’;
‘menyatakan agak’;
‘menyatakan berulang-ulang’;
‘menyatakan saling/berbalasan/resiprokal’;
‘menyatakan perbuatan dilakukan dengan sama’;
‘menyatakan makna menyerupai atau tiruan’;
‘menyatakan tak bersyarat atau meskipun’; dan
‘menyatakan segala sesuatu berhubungan dengan pekerjaan yang disebut kata dasarnya’.

Selesai sudah membahas mengenai apa itu kata ulang, macam-macam pengulangan, dan makna kata ulang. Semoga artikel ini bermanfaat dan ilmu didalamnya menjadi berkah bagi semua. Amin.

Sumber: Santhi, Meita Sandra dan Uti Darmawati.2015.Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Program IPA/IPS/Keagamaan.Klaten:Intan Pariwara.

Subscribe to receive free email updates: