Seputar Dunia Wanita dalam Islam

Seputar Dunia Wanita dalam Islam 

 

Sumber foto: Caracinta.com

 

Kita sebagai umat islam harus berpegang teguh kepada Al-qur'an dan As-sunnah, semua perkara yang ada di dunia maupun kelak di akhirat nanti, semuanya sudah tercantum di Al-qur'an dan As-sunnah, mulai dari hal yang mendasar, sampai dengan hari pembalasan. Wanita misalnya, semua hal tentang wanita, mulai dari berpakaian sampai biduk rumah tangga, sudah ada dalam Al-qur'an dan As-sunnah, tinggal kita mencontoh dan memperbaiki sesuai dengan kaidah yang benar.

Hutang Puasa Nadzar

Pertanyaan:
Bagaimanakah hukumnya apabila ada seorang bernadazar puasa dan sebelum dilakukan ia keburu meninggal dunia?
Jawab:
Pada suatu hari ada seorang  wanita datang kepada Nabi Saw dan bertanya: ”Ibu saya wafat dan belum membayar hutang puasa. Apakah boleh aku yang membayar hutang puasa ibuku itu dengan atas namanya?” Mendengar pertanyaan wanita itu, Nabi menjawab: ”Bukankah wajib bagimu membayar apabila ibu kamu itu mempunyai hutang uang kepada orang lain dann kemudian ibumu itu meninggal?” Lalu wanita itu menjawab: “Ya, Rasulllah saw.! setelah meninggal?” Setelah itu beliau berkata lagi : ”Berpuaslah kamu untuknya. Jadi dari keterangan diatas jelas, bahwa seorang ibu meninggal dan masih mempunyai hutang puasa, maka anaknya wajib untuk membayar hutang puasanya itu. 

Puasa Seumur Hidup?

Pertanyaan:
Apakah diperbolehkan puasa seumur hidup?
Jawab:
Sebagiamana dijelaskan dalam sebuah riwayat, bahwa Rasulullah Saw. pernah ditanyai hal seperti itu, lalu beliau menjawab: ”Berarti itu tidak berpuasa dan tidak berbuka.”Kemudian ditanya lagi:”Bagaimana kalau puasa dua hari dan berbuka satu hari? “Beliau menjawab dan bertanya: “Apakah ada yang kuat untuk mengerjakanya?“ Lalu ditanya lagi. ”bagaimana kalau berpuasa satu hari dan berbuka dua hari” “Saya ingin bisa mengerjakan seperti itu”, jawab Rasulullah Saw. ”kemudian diteruskan lagi : “Puasa tiga hari setiap bulan, puasa tiap bulan ramadhan, ini sudah berarti puasa seumur hidup (Saumud-daher). Puasa hari Arafah, mengharap agar Allah menghapus dosa satu tahun yang lalu dan dosa satu tahun mendatang. Puasa Asyura, mengharap Allah menghapus dosa tahun berikutnya.” (Riwayat Muslim). 

Puasa yang Tidak Ikhlas

Pertanyaan:
Bagaimana bisa untuk menentukan bahwa puasa seseorang itu ikhlas
Jawab:
Puasa adalah menahan diri atau mencegah dari makan dan miinum stsu dari segala pa yang dapat membatalkannya mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. 
Sedangkan untuk menentukan apakah puasa itu ikhlas atau tidak, Allah yang tahu, sebab puasa adalah merupakan salah satu ibadah utama yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Kemudian ibadah seseorang itu tidak bisa ditentukan sendiri nilainya, tetapi hanya Allah sendiri yang akan memberi nilai dan pahala. Kita wajib menjaga dan memelihara agar puasa kita itu bersih, murni serta suci dan semata-mata hanya untuk-Nya. Lalu apa yang menjadi perintah-Nya kita terima dan dilakukan untuk dikerjakan serta apa yang menjadi larangan-Nya yang kita tinggalkan.
Oleh sebab itu berhati-hatilah dalam mengaitkan hokum Allah dengan sebab satu alasan. Misalnya berpuasa karena bisa mendapat jodoh, berpuasa bisa menyembuhkan penyakit, untuk menurunkan berat badan dan lain-lainnya. Sedangkan yang demikian itu bukan ibadah dan karenanya tidak akan ikhlas, sebab puasanya itu dilakukan karena ingin supaysa mrendapat tujuan sampingannya saja. Kemudian orang yang ikhlas berpuasa itu dasarnya hanya karena iman. 

Puasa Afdhol Selain Ramadhan

Pertanyaan:
Puasa pada bulan apakah yang paling afdhol selian bulan Ramadhan?
Jawab:
Ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw. seperti itu kemudian Nabi menjawab: “kalau kamu hendak berpuasa setelan bulan Ramadhan, maka puasalah bulan Muharram lalu ada sebuah riwayat yang mengatakan: “Pada bulan itu Allah SAW telah mengampuni dosa-dosa suatu kaum dan akan mengampuni dosa-dosa kaum yang lain” (Riwayat Imam Ahmad). 

Lupa dalam Berpuasa

Pertanyaan: 
Didalam melakukan ibadah puasa, seseorang lupa kalau dia itu berpuasa kemudian makan dan minum. Apakah seperti itu membatalkan puasanya atau puasanya itu diteruskan?
Jawab:
Puasanya tetap sah dan tidak batal. Kemudian Nabi juga pernah ditanya serupa, lalu beliau menjawab: teruskan puasamu, itu rizqi dari Allah untukmu. 

Puasa dalam Keadaan Mabuk di Kendaraan

Pertanyaan:
Biasanya orang yang jarang naik kendaraan itu sering masuk angina atau muntah-muntah sewaktu dalam perjalanan. Apakah hal ini dapat membatalkan puasanya?
Jawab:
Salah satu perkara yang membatalkan puasanya adalah muntah yang disengaja. Tetapi bila tidak disengaja, maka puasanya  tetap sah dan dilanjutkan.
Sedangkan hal itu juga dijelaskan dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan Abu Hurairah ra. yang berbunyi:
“Barang siapa muntah tanpa disengaja, selagi berpuas, maka tidak wajib qadha, dan barangsiapa mengusahakan muntah, maka hendaknya mengqadha.” (Riwayat At-Turmurdzi dll).
Jadi dari riwayat diatas jelas bahwa  orang yang sedang berpuasa dan kemudian muntah-muntah saat melakukan berpergian dengan naik kendaraan dan itu tidak disengaja, maka puasa puasanya tidak batal serta tidak berkewajiban untuk mengqadhanya, tetapi bila muntahnya itu disengaja, maka puasanya batal dan wajib untuk menggantinya dengan mengqadha puasa dilain waktu. 

Pencampuran Bebas

Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya pergaulan bebas yang ada di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi?
Jawab:
Banyak nya anak-anak perempuan keluar dari rumah pergi ke sekolah ataupun pergi ke perguruan tinggi dan di sana mereka bercampur dengan anak laki-laki, tetapi mereka melakukan itu karena terpaksa dan tujuannya pun satu, yakni menuntut ilmu. Sedangkan yang harus dihindarkannya adalah pergaulan dan percampuran secara bebas. Sebab hal itu dapat mengundang rangsangan dan siswa laki-laki dan pada akhirnya membuat rangsangan itu akan mendorong laki-laki untuk menggoda siswa perempuan.
Begitu pula kepada siswa perempuan agar tidak memakai baju tipis, rok pendek yang memperlihatkan betisnya dan lain sebagainya. Sebab hal itu bisa merangsang siswa lakki-laki, tetapi bila larangan itu tetap dilakukan,  berarti mereka menantang dan seolah-olah mengucap “inilah aku…. lihatlah aku ….pandanglah aku …..di sinilah aku …dan lain-lainnya.”
Jadi, kalau sudah terjadi pergaulan bebas dan meniru gaya hidup orang barat, maka tinggal saja menunggu hancurnya moral. Selain itu runtuhlah sendi-sendi bangunan masyarakat dan juga berakibat musnahnya peradaban bangsa.

Bayi Tabung

Pertanyaan:
Banyaknya penemuan baru oleh para ilmuan yang berupa alat-alat canggih, maka banyak pula para pasutri yang ikut bayi tabung, apakah mengikuti bayi tabung itu bertentangan dengan agama?
Jawab:
Di mana program tabung itu adalah merupakan penemuan baru oleh akal manusia di bidang kedokteran, yang sejak lama diusahakan para pakar kandungan untuk menolong para wanita yang kesulitan hamil. Sedangkan metode ini dipakai dengan cara mengambil ovum dari si wanita dan kemudian mengambil sperma dari  pihak laki-laki. Setelah itu ditampung dalam tabung dengan jangka waktu yang tertentu pula.
Dan dengan derajat panas tertentu sebagaimana dalam Rahim si ibu, kemudian melalui beberapa proses perkembangan dan setelah saatnya benih tersebut dimasukkan di dalam Rahim si ibu untuk perkembangan selanjutnya, hingga tiba saatnya calon bayi tersebut lahir, jadi, dalam hal ini, para dokter tidak melakukan ataupun menciptakan sesuatu apapun dan mereka hanya memidahkan ovum dan sperma saja, tetapi bukan  menciptakannya. Sedangkan proses pembuatan bayi tabung itu tidak bertentangan dengan kenhendak Allah SWT dan syariat-Nya. Tetapi bila proses pengambilan sperma dan ovum itu tidak berasal dari suami istri  yang sah, maka permasalahanya sudah lain dan beralih pada pembicaraan mengenai keturunan. Sedangkan hukumnya adalah haram, karena sama seperti anak zina. 

Peringatan Hari Ibu

Pertanyaan:
Mengapa diadakan “Peringatan hari Ibu?” bagaimana asak mula adanya?
Jawab:
Adapun peringatan hari ibubermula di daerah Eropa, kemudian orang-orang Islam meniru tanpa tahu apa sebabnya peringatan hari ibu itu diadakan.
Mengapa orang-orang barat melakukan hal itu, karena orang tua di Barat sadar, kalau anak-anak mereka yang beranjak dewasa menjadi jauh, lupa pada ibunya dan malah ada yang memperlakukan iunya tidak wajar.
Sebagaimana Rasulullah saw pernah ditanya oleh sahabatnya: “Kepada siapakah kita harus berbakti?“  kemudian beliau menjawab: “Kepada ibu.” Dan pertanyaan itu diulang sampai tiga kali, maka sama yakni kepada ibu, kemudian baru yang keempat, beliau menjawab kepada bapak 

Wanita Ziarah Kubur

Pertanyaan:
Apakah seorang wanita diperbolehkan untuk ziarah kubur?
Jawab:
Sebagaimana dalam sabda Nabi saw: ”Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang ziaralah.”
Jadi hadist itu bersifat umum, berlaku untuk laki-laki dan wanita. Bukan wanita berziarah kubur itu diperbolehkan.

Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Bengkok

Pertanyaan:
Di mana ada hadist yang menerangkan, bahwa Hawa itu diciptakan dari tulang rusuk Adam yang bengkok. Yang menjadi pertanyaan, apakah itu tidak mengurangi derajat kaum wanita? 
Jawab:  
Tidak, hal itu tidak dapat mengurangi derajat kaum wanita. Bahwa hadist tersebut menguatkan kebenaran akan tugas-tugas wanita yang digariskan Alahh Ta’ala. Sedangkan Allah menciptakan tulang rusuk yang bengkok, karena jika lurus, tentu saja tidak dapat berfungsi melindungi dada manusia. Selain itu sifat tulang rusuk yang bengkok adalah untuk melindungi isi dada yang lemah. Kemudian tulang rusuk yang bengkok itu bila diluruskan, maka akan patah atau putus. Lain lagi kalau sifat lemah, lemah lembut wanita itu bisa dibengkokkan, karena sifat lemah lembutnya, wanita mudah membungkuk-bungkuk untuk menggendong anaknya dengan perasaan yang senang serta penuh kasih sayang sebagaimana dalam sabda Nabi Saw :”Tulang rusuk yang paling bengkok yaitu yang paling atas bila engkau hendak luruskan, ia akan patah”.  
Yang dimaksud : Apabila engkau rubah fungsi tulang rusuk yang bengkok itu, maka ia akan patah. Sedangkan sifat pertama seorang wanita itu ialah perasa, lemah lembut dan penuh kasih sayang. Apabila sifat-sifat tersebut dirubah, maka akan rusak. Jadi kurang sempurnanya akal kaum wanita dibanding laki-laki itu diimbangi dengan sifat-sifat yang utama. Sebagaimana dalam sabda Nabi Saw yang berbunyi: “ Bahagiakan dirimu dengan sifat-sifat bengkok yang ada pada istrimu”  

Jodoh yang Seimbang

Pertanyaan:  
Apakah pengertian jodoh yang seimbang dalam agama? Dan mengapa keseimbangan itu menjadi syarat dalam sebuah perkawinan?  
Jawab:  
Islam akan berbicara mengenai jodoh atau perkawinan yang seimbang antara suami-istri. Kemudian keseimbangan yang dimaksud disini bukan keseimbamgan dalam pengertian materi, sebagaimana yang ditafsirkan oleh golongan material. Tetapi keseimbangan dalam segala hal.  
Selain itu Islam juga mengajarkan untuk mencari jodoh yang seimbang dalam kejiwaan, seimbang dalam kesehatannya, seimbang akhlaknya dan seimbang keyakinanyya serta yang lain-lainnya. Kemudian penilaian ini ditekankan oleh Islam supaya nantinya mereka bisa melahirkan anak-anak yang dapat tertampung didalam keluarga yang shaleh, baik demi pertumbuhannya ataupun pendidikannya. Sebagaimana dijelaskan didalam sabda Nabi yang berbunyi
“Pilihlah bagi tetesanmu, sesungguhnya akar itu tersembunyi.” Yang dimaksud, bahwa segala macam tanaman itu akan tumbuh sesuai dengan akarnya.

Mengumumkan Pernikahan 

Pertanyaan:
Mengadakan pesta, music, menyalakan lampu-lampu dan sebagainya saat perkawinan itu bagaimanakah hukumnya? 
Jawab: 
Mengenai pengumuman perkawinan itu harus dilakukan, agar semua orang tahu dan terhindar dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Sebab perkawinan yang dirahasiakan dan tidak ada orang yang tahu itu merupakan perkawinan yang bathil serta tidak sah. Sedangkan pengumuman itu termasuk dengan mengadakan pesta, music dan penerangan lampu-lampu itu adalah merupakan salah satu cara dalam rangka untuk melindungi kehormatan orang dari tuduhan dan gangguan orang lain, tetapi dengan satu syarat pesta itu tidak bertentangan dengan syar’I serta norma-norma yang lainnya. Adapun ditentukan pernikahan dengan ucapan sighat taklik itu adalah merupakan cara untuk melindungi wanita dari tindakan suami yang tidak bertanggungjawab atau suami yang sewenang-wenang dalam masalah maskawin, nafkah dan lain sebagainya.

Memilih Pasangan Karena Agama dan Akhlak

Pertanyaan:  
Pada awal saya berumah tangga, gaji suami saya hanya sedikit atau kecil. Dan pada akhirnya saya terpaksa bekerja untuk membantu kebutuhannya, lalu gaji suami saya menjadi besar dan cukup untuk membiayai hidup keluarga. Tetapi meskipun demikian, saya tetap dipaksa untuk bekerja terus, di samping mengurusi keluarga dan rumah tangga. Sedangkan alasan suami agar saya tetap bekerja adalah bahwa gaji saya masih dibutuhkan. Kemudian saya merasa berat untuk melakukannya, maka dari itu saya mohon petunjuknya?  
Jawab:  
Di mana Nabi Saw. pernah bersabda“Apabila datang kepadamu laki-laki yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya, maka terimalah dia. Kalau tidak, akan timbul fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”. 
Jadi keadaan yang Anda alami itu adalah sebagai hukuman Allah terhadap Anda, sebab perkawinan Anda itu tidak berdasarkan pada ukuran serta penilaian Allah Ta’ala. Selain itu Anda juga keliru dalam memilih pasangan hidup. Maka dari itu memilih suami itu harus hati-hati dan tidak boleh asal dapataja, tidak memikirkan belakangnya. Kalau sudah terjadi demikian siapa yang rugikan Anda sendiri, karena Anda tidak memilih suami yang beragama dan berakhlak yang baik.

Wanita Haid Memotong Kuku dan Rambut 

Pertanyaan:
Apakah diperbolehkan wanita yang sedang haid memotong kuku atau rambut?
Jawab:
Tidak boleh, selama dalam keadaan haid tidak boleh membuang apapun dari anggota tubuhnya ataupun memotong kuku dan rambut. Karena bagian-bagian itu mempunyai hak untuk suci dan itu juga dijelaskan dihadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. yang berbunyi:
“di bawah setiap rambut terdapat janabat, maka basuhlah rambut itu dan bersihkanlah kulit.”(Riwayat At-Tumudzi).
Jadi dari hadist diatas jelas bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh memotong rambut ataupun membiarkan rambutnya jatuh, karena rambut terdapat janabat, maka harus hati-hati bila menyisir rambutnya agar tidak rontok, tetapi bila ada rambutnya yang rontok harus dikumpulkan dann ikut disucikan apabila dalam mandi junub.

Wudhu dalam Mandi Janabat

Pertanyaan:
Apakah mandi besar (janabat) juga harus melakukan wudhu?
Jawab:
Mandi yang bertujuan untuk membersihkan atau mandi biasa Anda tidak usah wudhu, tetapi bila untuk mandi besar atau janabat, Anda harus melakukan wudhu terlebih dahulu dan wajib untuk berkumur serta memasukkan air kedalam hidung, sebab semua bagian badan yang terbuka itu harus semuanya terkena air.

Bunyi Sedang Sholat

Pertanyaan;
Apabila kita sedang melakukan sholat, tiba-tiba ada bunyi orang mengetuk pintu atau bunyi telpon yang bordering. Apakah yang harus kita lakukan?
Jawab:
Yang harus kita lakukan apabila kita sedang melakukan sholat dan tiba-tiba ada bunyi orang mengetuk pintu atau bunyi telpon adalah dengan dulu melihat jaraknya, bila jarak orang sholat dengan pintu yang diketuk dekat, maka boleh dengan melangkah pelan-pelan untuk membuka pintu dan setelah itu shholatnya dilanjutkan lagi. Kemudian bila mendengar bunyi telpon dan kita sedang melakukan sholat, maka jaraknya harus dilihat dulu, jika dekat dengan orang sholat, boleh diangkat pesawattelponnya dengan mengucap “Allahu Akbar”, supaya orang yang menelpon itu tahu bahwa Anda sedang mengerjakan sholat. Dan perlu diingat bahwa didalam sholat banyak melakukan gerakan  seolah-olah dia tidak sholat, maka sholatnya akan menjadi batal. Jadi, bila kita mau mengwrjakan sholat, alangkah baiknya jika pesawat telpon diangkat dulu agar tidak berbunyi dan sholat kitapun tidak terganggu oleh suara bunyi telpon, tetapi bila kita sedang sholat dan mendengar orang mengetuk pintu, maka Anda boleh melangkah pelan-pelan dan membukakan pintu, setelah itu melanjutkan shilat kembali. Namun perlu diingat didalam mengerjakan sholat tidak boleh banyak melakukan gerak, karena akan membatalkan sholat.

Wanita Sholat Jum’at

Pertanyaan:
Apakah seorang wanita itu berkewajiban untuk menunaikan sholat Jum’at?
Jawab:
Seorang wanita tidak diwajibkan untuk ikut sholat Jum’at dan yang berhak sholat jum’at itu adalah seorang laki-laki meskipun jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki. Sedangkan ketemtuan tersebut juga ditegaskan didalam hadist Nabi yang berbunyi : “Sholat wajib dilaksanakan setiap muslim dalam berjama’ah, kecuali empat kelompok, yakni: Hamba sahaya, wanita, anak-anak, dan orang sakit”. Jadi tidak adaperintah yang menerangkan seseorang harus menunaikan sholat jum’at, tetapi juga tidak dilarang bila seorang wanita ikut sholat jum’at karena status hukumnya jawaz.

Posisi Wanita dalam Sholat Berjama’ah

Pertanyaan:
Didalam sholat berjama’ah, posisi yang paling baik bagi seseorang wanita itu di depan, di samping kiri, di samping kanan ataupun di belakang?
Jawab:
Sebagaimana dijelaskan didalam hadist yang berbunyi:
“Dari Abdurrahman bin Ghanim, dari Abu Malik Al-Asy’ari dariRasulullah Saw. bahwa   dalam membaca surat dan berdiri diantara empat rakaat, beliau sederhanakan semua, hanya raka’at yang pertama saja yang diperpanjangkan beliau. Orang-orang laki-laki beliau tempatkan di depan anak-anak dan di belakang anak-anak ditempati jama’ah wanita.”(Riwayat Ahmal dan Abu Daud).
Jadi dari hadist diatas jelas bahwa posisi sholat bagi wanita yang paling baik adalah diakhir atau di belakang sendiri. Sedangkan dalam syari’at Islam juga telah jelas menentukan di mana tempat wanita di masjid dalam sholat berjama’ah, bahwa wanita tidak diperbolehkan berdiri di depan lelaki atau dekat dengan mereka.

Hutang Puasa

Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya bagi orang yang senang menunda-nunda hutang puasanya hingga datang bulan puasa tahun berikutnya?
Jawab:
Bagi orang yang senang ataupun sengaja menunda-nunda utang puasanya itu hukumnya adalah berdosa. Maka dari itu ia dikenakan denda dengan membayar fidyah selain tetap melakukan kewajiban dengan mengqadha’ puasanya. Sedangkan fidyah yang harus dibayar itu berupa makanan  sebanyak satu mud (600 gram) untuk dibagikan kepada fakir miskin dan itu dilakukan setiap hari. Kemudian fidyahnya dilipat gandakan bila ia menunda-nunda lagi dari Ramadhan satu ke Ramadhan berikutnya (2 Ramadhan), maka untuk setiap harinya itu menjadi dua mud demikian seterusnya. Namun, perlu dipahami, bahwa orang yang berhutang puasa itu dalam keadaan sehat, maka ia akan tercatat sebagai orang yang tetap berhutang puasa sampai ia mmengqadha puasanya itu. Jadi hutang puasa orang yang keadaan sehat tidak bisa gugur hanya dengan menggantinya dengan fidyah, tapi harus dibayar dengan mengqadha.

Sedikit hal tentang seputar dunia wanita dalam Islam, saya berharap semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu menemukan jawaban dari pertanyaan yang ada di benak sobat, namun harus diingat, belajarlah ke banyak sumber, karena ilmu itu luas, supaya kita lebih tahu mana yang baik dan benar. Sekian.

Sumber: Wanita Bertanya Islam Menjawab

 

Subscribe to receive free email updates: