Pengertian konjungsi eksternal dan konjungsi internal beserta contohnya

Pengertian Konjungsi Eksternal

Konjungsi eksternal adalah konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa, deskripsi benda, atau kualitas di dalam klausa kompleks atau antara dua klausa simpleks. Konjungsi eksternal mempunyai empat kategori makna, yaitu penambahan (contoh: dan, atau), perbandingan (contoh: tetapi, sementara), waktu (contoh:  setelah, sebelum, sejak, ketika), dan sebab-akibat (contoh:  sehingga, karena, sebab, jika, walaupun, meskipun).

Pengertian Konjungsi Internal

konjungsi eksternal dan konjungsi internal
Konjungsi internal adalah konjungsi yang menghubungkan argument atau ide yang terdapat di antara dua klausa simpleks atau dua kelompok klausa. Konjungsi internal juga dapat dibagi ke dalam empat kategori makna, yaitu penambahan (contoh: selain itu, di samping itu, lebih lanjut), perbandingan (contoh: akan tetapi, sebaliknya, sementara itu, di sisi lain), waktu (contoh: pertama, kedua……, kemudian, lalu, berikutnya), dan sebab-akibat (contoh: akibatnya, sebagai akibat, jadi, hasilnya).

Di dalam teks penggunaan konjungsi eksternal dan internal sering berhubungan dengan genre (jenis teks) yang digunakan. Konjungsi internal paling sering digunakan di dalam genre eksposisi, diskusi, atau eksplorasi. Hal ini terjadu karena ketiga genre tersebut secara utuh merupakan ekspresi pengungkapan gagasan dengan argumentasi. Di pihak lain, konjungsi eksternal banyak digunakan pada genre laporan, deskripsi, eksplanasi, rekon, dan prosedur. Hal ini terjadi karena kelima genre itu merupakan pengungkapan deskripsi peristiwa dan kualitas.

Sumber : Dikutip dari buku paket Bahasa Indonesia K13  SMA/MA/SMK/MAK kelas XI Semester 2

Subscribe to receive free email updates: